Minggu, 03 Juni 2012

Keunikan Cokelat


Kata coklat berasal dari xocoatl (bahasa suku Aztec) yang berarti minuman pahit. Suku Aztec dan Maya di Mexico percaya bahwa Dewa Pertanian telah mengirimkan coklat yang berasal dari surga kepada mereka. Cortes kemudian membawanya ke Spanyol antara tahun 1502-1528, dan oleh orang-orang Spanyol minuman pahit tersebut dicampur gula sehingga rasanya lebih enak. Coklat kemudian menyebar ke Perancis, Belanda dan Inggris. Pada tahun 1765 didirikan pabrik coklat di Massachusetts AS.
Dalam perkembangannya coklat tidak hanya menjadi minuman tetapi juga menjadi snack yang disukai anak-anak, remaja, maupun orang dewasa. Selain rasanya enak, coklat ternyata berkhasiat membuat umur seseorang menjadi lebih panjang. Suatu studi epidemiologis telah dilakukan pada mahasiswa Universitas Harvard yang terdaftar antara tahun 1916-1950. Dengan menggunakan food frequency questionnaire berhasil dikumpulkan informasi tentang kebiasaan makan permen atau coklat pada mahasiswa Universitas Harvard.
Dengan mengontrol aktivitas fisik yang dilakukan, kebiasaan merokok, dan kebiasaan makan ditemukan bahwa mereka yang suka makan permen/coklat umurnya lebih lama satu tahun dibandingkan bukan pemakan. Diduga antioksidan fenol yang terkandung dalam coklat adalah penyebab mengapa mereka bisa berusia lebih panjang. Fenol ini juga banyak ditemukan pada anggur merah yang sudah sangat dikenal sebagai minuman yang baik untuk kesehatan jantung. Coklat mempunyai kemampuan untuk menghambat oksidasi kolesterol LDL (kolesterol jahat) dan meningkatkan fungsi kekebalan tubuh, sehingga dapat mencegah risiko penyakit jantung koroner dan kanker.
Selama ini ada pandangan bahwa permen coklat menyebabkan caries pada gigi dan mungkin juga bertanggung jawab terhadap munculnya masalah kegemukan. Tak dapat disangkal lagi bahwa kegemukan adalah salah satu faktor risiko berbagai penyakit degeneratif. Tetapi studi di Universitas Harvard ini menunjukkan bahwa jika Anda mengimbangi konsumsi permen coklat dengan aktivitas fisik yang cukup dan makan dengan menu seimbang, maka dampak negatif permen coklat tidak perlu terlalu dikhawatirkan.
Menurut kepercayaan suku Maya, coklat adalah makanan para dewa. Rasa asli biji coklat sebenarnya pahit akibat kandungan alkaloid, tetapi setelah melalui rekayasa proses dapat dihasilkan coklat sebagai makanan yang disukai oleh siapapun. Biji coklat mengandung lemak 31%, karbohidrat 14% dan protein 9%. Protein coklat kaya akan asam amino triptofan, fenilalanin, dan tyrosin. Meski coklat mengandung lemak tinggi namun relatif tidak mudah tengik karena coklatjuga mengandung polifenol (6%) yang berfungsi sebagai antioksidan pencegah ketengikan.
KANDUNGAN GIZI COKLAT PER 100 GRAM
Zat GiziCoklat SusuCoklat PahitEnergi (Kal)381504Protein (g)95,5Lemak (g)35,952,9Kalsium (mg)20098Fosfor
(mg)200446Vit A (SI)3060
Belum ada bukti bahwa coklat menimbulkan jerawat. Coklat juga tidak bisa dikatakan sebagai penyebab utama munculnya plaque gigi karena plaque gigi juga bisa timbul pada orang yang mengkonsumsi makanan biasa sehari-hari. Hanya saja coklat perlu diwaspadai, khususnya bagi orang-orang yang rentan menderita batu ginjal. Konsumsi 100 g coklat akan meningkatkan ekskresi oksalat dan kalsium tiga kali lipat. Oleh karena itu kiat sehat yang bisa dianjurkan adalah minumlah banyak air sehabis makan coklat.

Rahasia Cokelat

13152369851184773043

Coklat, makanan yang sangat dikenal menjadi kesukaan anak-anak, remaja dan juga orang dewasa. Makanan ini juga dikenal sebagai ungkapan hati untuk pasangan (so sweet). Coklat bukan hanya baik karena bisa menyenangkan orang yang menerimanya tapi baik juga untuk kesehatan jantung.
Coklat kaya dengan kandungan fenol dan flavonoid sebagai antioksidan yang berperan untuk menangkap radikal bebas dalam tubuh. Antioksidan yang terkandung dalam coklat lebih banyak dibandingkan antioksidan dalam teh yang sangat dikenal sebagai anti oksidan oleh masyarakat luas.
Fenol bertugas mengurangi kolesterol dalam darah yang menjadi penyebab penyakit jantung. Dengan demikian fenol sangat berperan dalam mencegah terjadinya stroke, darah tinggi dan mencegah timbulnya kanker.
Kakao yang menjadi bahan baku pembuatan coklat merupakan sumber magnesium alami tertinggi. Dengan mengkonsumsi makanan mengandung magnesium, kadar progesteron meningkat. Meningkatnya progresterol sangat bermanfaat untuk mengurangi masalah wanita yang mengalami pra menstruasi.
Coklat selain lezat juga sehat. Tapi tetap saja harus hati-hati dalam memilih coklat karena ada coklat yang 100% mengandung pemanis buatan. Jadinya bukan sehat malah menambah masalah sehingga merusak gigi dan terancam diabetes.
Universitas Linkoping (Swedia, akhir 2010) mendukung penelitian yang telah dilakukan universitas Harvard sebelumnya dan Penelitian lain yang dilansir dalam jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh American Chemical Society ( Februari, 2011 ) bahwa coklat sangat berperan dalam mengurangi penyakit jantung.
Selain itu coklat juga bisa menjadi rahasia kecantikan karena antioksidannya dapat mencegah penuaan dini. Menjaga mood untuk suasana hati yang baik dan selalu menciptakan perasaan bahagia disebabkan rangsangan otak dalam memproduksikan dopamine)*.
“If you want to reduce your heart disease risk, there are much better places to start than at the bottom of a box of chocolates” By Victoria (British Heart Foundation). Jangan takut kecanduan makan coklat karena coklat tidak mengandung zat aditif. Ketika ada keinginan untuk mengkonsumsinya kembali itu hanya efek dari kerinduan terhadap perasaan senang.

Bahaya Makan Cokelat

Banyak penelitian yang membuktikan bahwa coklat memiliki khasiat untuk kesegaran. Zat bioaktifnya berupa anti oksidan memang diyakini bermanfaat dari sisi medis dan secara psikologis mengkonsumsi coklat pun dapat menimbulkan rasa nyaman.

Namun, jangan sampai terperdaya dengan khasiat dari makanan manis nan lezat ini. Jurnal Lancet melaporkan bahwa banyak produsen coklat kini justru menghilangkan kandungan flavonols yang berkhasiat karena rasanya yang pahit.

Walhasil, banyak produk coklat yang beredar di pasaran saat ini hanya didominasi lemak dan gula saja. Padahal kedua zat ini justru merupakan musuh bagi jantung dan pembuluh darah. Konsumen dibuat buta dengan kandungan flavonol dalam coklat sebab produsen jarang memberi keterangan mengenai ini dalam produknya.

Manfaat Cokelat Untuk Kesehatan Kulit

Paparan sinar matahari, hembusan dingin AC, atau sabun yang tak mengandung pelembab menjadi musuh kulit. Berpotensi mengganggu kelembaban kulit yang ditandai dengan kulit pecah-pecah, tak jarang disertai perih dan gatal.
Terganggunya kelembaban kulit semacam itu tak bisa diremehkan karena dapat menjadi pintu masuk bakteri dan kuman. Kondisi yang dapat menyebabkan iritasi dan penyakit kulit lainnya seperti bisul.
Sel kulit tersusun layaknya susunan dinding batu bata dengan lapisan epidermis luar, tengah dan dalam. Secara rutin, lapisan kulit terluar akan mengalami pengelupasan digantikan dengan sel kulit baru. Hal ini
terjadi karena adanya degradasi dari corneodemosomes atau sel yang menghubungkan antar sel kulit.

Spa Cokelat
“Kulit kering terjadi tidak hanya karena kelembabannya berkurang, tetapi juga karena proses pengelupasan alami tidak terjadi. Sehingga, mekanisme peresapan dan penahan air tidak berjalan dengan baik, kulit pun menjadi semakin kering,” ujar Vivi Tri Andari, Home Personal Care Technical Management Manager, PT Unilever Indonesia.
Untuk mencegah hal ini, banyak hal dapat dilakukan. Mulai dari melakukan pola makan sehat, hingga melakukan perawatan.
Cokelat
Perawatan menggunakan cokelat menjadi tren untuk mengatasi kulit kering. Selain karena terbukti memberikan kelembutan alami hingga lapisan kulit terdalam, wangi khas coklat mampu memperbaiki mood seseorang.
Tak heran produk cokelat digunakan pada berbagai perawatan spa, dan produk-produk kecantikan. “Spa cokelat saat ini menjadi yang paling diminati pelanggan soalnya wanginya enak dan bisa melembutkan kulit,” ujar salah satu terapis Gaya Spa ketika ditemui di Mal Kelapa Gading pada acara Vaseline Cocoa Glow Skin Spa.
Hanya, tak semua orang memiliki banyak waktu untuk spa. Tak heran muncul sejumlah produk perawatan instan yang memanfaatkan khasiat cokelat. Salah satunya, Vaseline Cocoa yang menawarkan khasiat cokelat dengan teknologi Stratys-3 untuk melembabkan kulit hingga lapisan kulit terdalam.
Meski khasiat cokelat dapat dengan mudah didapatkan dari produk-produk kecantikan, Anda tetap dapat mengolah cokelat menjadi masker dan sabun untuk memanjakan diri di rumah.
Untuk membuat masker cokelat, Anda dapat mencairkan dark cokelat dengan campuran madu, gula, dan mentega. Lalu aplikasikan ke kulit secara merata setelah cokelat dingin. Atau, campurkan dark cokelat yang telah meleleh dengan garam dan susu full cream untuk berendam.
Lakukan perawatan kulit secara rutin untuk mempertahankan kelembabannya. Dan, katakan selamat tinggal pada kulit kering!

Menghaluskan Kulit dengan Cokelat

KOMPAS.com — Cokelat tak cuma bermanfaat untuk jantung, tetapi juga menyehatkan kulit. Polyphenol pada bahan makanan itu sanggup mencegah terjadinya penuaan dini.

Polyphenol adalah salah satu kandungan yang terdapat pada cokelat. Zat itu berfungsi antioksidan yang secara aktif akan melindungi jaringan tubuh dari radikal bebas, termasuk zat-zat yang dapat merusak sel-sel pada kulit. Selain itu, minyak cokelat atau cocoa butter yang merupakan hasil sampingan dari buah cokelat juga bermanfaat untuk menghaluskan kulit. Bahkan, keunggulan minyak cokelat ini lebih baik dibandingkan minyak lain yang dikenal sebagai minyak kecantikan.

Jadi jelas, cokelat memang tidak sebatas dimakan dan diminum. Lebih dari itu, cokelat banyak memberikan manfaat bagi kesehatan. Karena itulah, Centre de Beaute, sebuah salon kecantikan di Kebayoran Baru, Jakarta, misalnya, memilih cokelat sebagai metode untuk memperbaiki serta meremajakan kulit tubuh.

Metode yang digunakan adalah dengan mengoleskan atau melumerkan minyak dan serbuk cokelat pada tubuh. Kemudian, bagian tubuh yang diolesi cokelat itu dibungkus dengan plastik agar pori-pori kulit terbuka sehingga campuran minyak dan serbuk cokelat terserap oleh kulit. Tidak lebih dari 10 hingga 15 menit, berbagai masalah kesehatan kulit pun dapat teratasi.

Mudah diserap kulit
Ahli kecantikan kulit sekaligus Presiden Direktur salon tersebut, Janny Bodhiphala, mengatakan, minyak cokelat memiliki kandungan gizi bagi kulit yang lebih besar dibandingkan minyak sejenis. Adapun serbuk cokelat selain halus juga lebih mudah diserap oleh kulit.

"Cokelat sejak dulu memang merupakan bahan utama untuk membuat bahan kosmetik, terutama minyaknya. Sebagai bahan untuk membuat lipstik, cokelat menjadikan bibir seperti berminyak saat dipakai," ungkap Janny Bodhiphala yang juga pemilik Centre de Beaute. "Selain itu, karena cokelat merupakan bahan alami, tak ada halangan bagi siapa pun untuk mencobanya. Artinya, apa pun jenis kulit tak akan ada efek sampingannya."

Biasanya mereka yang memanfaatkan atau memilih metode oles cokelat ini berasal  dari golongan usia menua antara 40 dan 60 tahun. Meski begitu, tidak tertutup kemungkinan bagi mereka yang masih muda, tetapi mengalami kesehatan kulit seperti penuaan dini, kulit kering, atau keriput pada sekitar bagian mata atau wajah untuk menikmati perawatan.

Dilulur dulu
Untuk memperoleh manfaat cokelat bagi kesehatan kulit, peminat bisa mengupayakannya melalui beberapa tahap. Di Centre de Beaute, sebelum memasuki proses utama, yaitu pengolesan atau pelumeran dengan minyak dan serbuk cokelat, peminat harus membersihkan kulit melalui cara lulur, yakni membersihkan dan mengangkat sel-sel kulit mati. Biasanya lulur ini dibantu dengan menggunakan krim lulur yang mengandung butiran-butiran.

Setelah kulit bersih, langkah kedua adalah melakukan massage atau pemijatan dengan menggunakan minyak cokelat. "Dalam tahapan ini, Anda akan merasakan bagaimana minyak cokelat lebih tinggi kadar serta kelembutannya dibanding minyak lain," ungkap Janny.

Langkah ketiga, berikan serbuk cokelat yang telah dilumerkan sehingga berbentuk cair yang kental. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, seluruh kulit tubuh sebaiknya diolesi tanpa terkecuali. Pada tahap ini, Anda akan merasakan kehangatan pada seluruh tubuh. Dari sinilah sebenarnya proses perbaikan kulit dimulai.

Karena itu, agar kehangatan itu memberikan manfaat maksimal, tahapan terakhir adalah melakukan pembungkusan dengan plastik khusus. Tujuannya agar kehangatan itu dapat dibatasi dan tidak menguap. Suhu yang terjaga di kulit tentu akan membuat pori-pori kulit terbuka sehingga campuran antara minyak dan serbuk cokelat akan terserap oleh kulit. "Pembungkusan dilakukan seperti membungkus mumi agar diperoleh hasil maksimal. Anda tak perlu kawatir karena hasilnya dapat langsung Anda buktikan. Kulit yang tadinya keriput jadi kencang, bersih, dan sehalus kulit bayi," ungkap Janny.

Setelah antara 10 dan 15 menit tubuh terbungukus, pasien selanjutnya langsung bisa mandi untuk membersihkan tubuh. "Anda tak perlu takut. Minyak cokelat ini tidak sulit dibersihkan seperti minyak sejenis. Selain mudah dibersihkan, minyak cokelat juga tidak lengket di kulit."

Selain belum populer, metode perawatan kulit dengan oles cokelat ini memang terbilang mahal. Bahkan, jika dilakukan secara sempurna, penggunaan minyak dan serbuk cokelat ini biayanya bisa mencapai Rp 20 juta lebih.

Mengapa mahal? Karena bila pengolesan dilakukan dengan metode berendam di bathup, maka tentu saja minyak dan serbuk cokelat yang dibutuhkan lebih banyak, lebih kurang satu kuintal. Padahal, harga campuran itu per kuintalnya sekitar Rp 20 juta. Alasan inilah yang membuat metode oles dianggap lebih praktis, apalagi hasilnya tak kalah mengilat dibanding berendam. Buktikan saja

Melindungi Jantung dengan 10 tahun Makan Cokelat?

London - Anda penggemar coklat? Berita gembira ini buat Anda para penggemar coklat! Pasien berisiko tinggi yang terus-menerus mengonsumsi cemilan berwarna gelap tersebut dikatakan bisa terlindung dari serangan jantung dan stroke.

Satu studi ilmiah tampaknya bisa membuat "sumringah" hati para "penggila" coklat dengan menyatakan bahwa makan coklat gelap setiap hari selama 10 tahun dapat mengurangi ancaman kesehatan.


Satu tim peneliti dari Australia menggunakan model matematika guna meramalkan dampak kesehatan jangka panjang dari konsumsi coklat hitam setiap hari pada 2.013 orang. Mereka diketahui memiliki kondisi sindrom metabolis, yang membuat mereka menghadapi resiko tinggi sakit jantung.

Tim tersebut mendapati skenario kasus terbaik, tak ada pasien yang tak mengonsumsi coklat setiap hari, dan teknik itu berpotensi mencegah 70 serangan jantung atau stroke tak mematikan serta 15 yang mematikan per 10.000 orang selama 10 tahun.

Model tersebut juga menunjukkan pelaksanaan "strategi pencegahan coklat gelap" yang efektif mungkin cuma memerlukan biaya 40 dolar AS per orang setiap tahun.

Para peneliti itu, yang pekerjaan mereka disiarkan di British Medical Journal pada Jumat, menegaskan dampak perlindungan tersebut baru diperlihatkan oleh coklat gelap yang berisi sedikitnya 60 sampai 70 persen cocoa --bukan untuk coklat putih atau susu.

Namun para ahli yang tak terlibat dalam studi tersebut memberi peringatan. "Saran buat konsumsi coklat gelap setiap hari ... tentu saja akan membuat orang dengan sindrom metabolis jadi bergairah. Namun pada tahap ini, temuan ini masih bersifat perkiraan dan bukan bukti, dan hasilnya memerlukan data dalam kehidupan nyata untuk konfirmasi," kata Kenneth Ong dari Brooklyn Hospital Center di Amerika Serikat.

"Saya menduga konsumsi coklat gelap setiap hari selama 10 tahun mungkin memiliki konsekuensi yang tak diduga," ia menambahkan sebagaimana dikutip Reuters --yang dipantau ANTARA di Jakarta, Jumat (1/6). "Asupan kalori dan gula tambahan mungkin berdampak negatif bagi pasien di dalam studi ini, jika mereka bertubuh gemuk dan memiliki glukosa yang tak bisa mentolerirnya."
Semua peserta dalam studi itu, yang dipimpin oleh Christopher Reid di Monash University di Melbourne, memiliki tekanan darah tinggi dan sindrom metabolis. Namun mereka tak memiliki sejarah sakit jantung atau diabets dan tidak dalam pengobatan untuk menurunkan tekanan darah tinggi. (DT- Ant)

Manfaat Cokelat Bagi Kesehatan

 
 
COKLAT. Yummm... siapa yang bisa menolak? Apalagi, makanan ini tak hanya lezat, tapi juga punya segudang manfaat bagi kesehatan.

Selama ini orang makan coklat karena menganggapnya bisa memperbaiki mood dan meningkatkan energi. Benar, juga. Bagi wanita, coklat bahkan baik dikonsumsi menjelang menstruasi. Kandungan magnesium coklat dipercaya bisa menurunkan risiko sindrom terkait menstruasi, seperti kram perut.

Coklat pun mengandung zat yang mampu memperlambat penuaan. Konsumsi coklat secara teratur dapat mengurangi keriput dan melindungi kulit dari terbakar sinar matahari.

Coklat diyakini pula sebagai afrodisiak yang bisa meningkatkan libido seseorang. Peneliti menyatakan, wanita pecinta coklat memiliki gairah seksual lebih tinggi. Mereka mengungkapkan, mengonsumsi sebatang coklat sebelum melakukan seks dapat memberikan rasa rileks dan kepuasan dalam aktivitas seksual seseorang.

Coklat bikin sakit gigi? Jangan percaya! Coklat justru baik untuk gigi karena cocoanya mengandung zat yang dapat membunuh bakteri penyebab karang gigi. Jika Anda sakit gigi setelah mengonsumsi coklat, gula di dalamnya lah yang menyebabkannya.

Namun, di antara semua itu yang tak kalah penting adalah coklat mampu mencegah kanker. Sebab, coklat kaya antioksidan yang efektif menangkal radikal bebas penyebab penyakit mematikan ini.